Tema Sayembara:

Melalui Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan kita tingkatkan budaya baca dan tulis dalam rangka mewujudkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif, yang berkeadilan, bermutu, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan global.

Tema Penulisan:

Kehidupan bermasyarakat dengan penekanan pada:

peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia, serta kualitas jasmani;

peningkatan etika, estetika, ilmu pengetahuan, dan teknologi;

peningkatan daya saing bangsa dengan terciptanya manusia yang mandiri, bermutu, terampil, ahli dan profesional, mampu belajar sepanjang hayat, serta memiliki kecakapan hidup.

Catatan: Penulis dapat memilih salah satu atau gabungan (lebih dari satu) tema penulisan yang ditentukan.

Peserta Sayembara:

Pendidik dan tenaga kependidikan baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun.

Download : Brosur Sayembara.pdf

Advertisements

Wahai Aba Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah lebih baik bagimu daripada shalat (sunnah) seratus rakaat, dan pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik daripada shalat seribu raka’at. (HR. Ibnu Majah)
Apabila kamu melewati taman-taman surga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?” Nabi Saw menjawab, “Majelis-majelis taklim.” (HR. Ath-Thabrani)

Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka. (HR. Abu Dawud)

Maka dari itu Saudaraku…..

Ajarkanlah ilmu yang engkau ketahui, jangan pelit akan ilmu. Karena dengan mengajarkan ilmu yang engkau ketahui, engkau tak akan pernah merugi. Dan semoga ilmu yang engkau ajarkan bisa menjadi perantara untuk mendapatkan ampunan Allah dan meringankan bebanmu di dunia dan akhirat. Amiin…

Wallahua’lam Bish Showab….

Krisis ekonomi kurun waktu tahun 1997 – 1999 menjadikan perekonomian Indonesia terpuruk.

Tidak sedikit Bank-Bank (konvensional) yang dilikuidasi karena dianggap sudah tidak mampu lagi menjalankan bisnisnya, atau bisa juga dikatakan “hidup segan mati tak mau”.

Mereka terjebak pada posisi “negative spread” yaitu kewajiban (bunga) yang harus mereka berikan kepada para deposan jauh lebih besar dari keuntungan (bunga) yang mereka peroleh dari para debitur.

Banyak juga sektor dunia usaha yang juga terkena dampak dari krisis ini. Para pengusaha yang selama ini perkembangan usahanya banyak didukung kredit/pembiayaan melalui Bank, “sesak nafas” untuk memenuhi kewajiban mereka. Bunga kredit yang katakanlah tadinya berkisar 1,5% – 2% bisa melonjak drastis sampai kurang lebih 3 kali lipatnya.

Akan tetapi, krisis ekonomi ini ternyata tidak begitu berdampak pada operasional perbankan syariah. Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang berdiri sejak tahun 1991 dan mulai beroperasi tahun 1992 telah membuktikan mampu bertahan.

Perbankan syariah tidak mengenal adanya “negative spread” karena kewajiban (Bagi Hasil) Bank kepada para deposan berbanding lurus dengan keuntungan (pendapatan/bagi hasil) yang diterima Bank dari para debitur.

Bank syariah tidak menetapkan % bunga deposit di awal seperti Bank konvensional yang dihitung dari pokok atau saldo rata-rata dana nasabah. Akan tetapi, penetapan di awal yang dilakukan Bank syariah adalah NISBAH atau proporsi pembagian keuntungan antara Bank dengan Nasabah atas keuntungan yang diperoleh Bank dari para debitur. Sehingga apabila keuntungan Bank tinggi maka deposan juga akan mendapatkan keuntungan yang tinggi sesuai porsi nisbahnya. Dan apabila keuntungan Bank turun, maka keuntungan yang diterima deposan pun akan turun.

Sedangkan dari sisi penyaluran dana (pembiayaan) Bank syariah secara umum mengenal konsep akad Jual Beli, Bagi Hasil dan Sewa.

Akad Jual Beli

Merupakan akad dimana Bank menjual kepada nasabah suatu produk dimana Bank mengambil keuntungan dalam jumlah tertentu selama jangka waktu tertentu yang disepakati bersama antara Bank dengan nasabah.

Akad Bagi Hasil

Merupakan akad dimana Bank memberikan pembiayaan seluruhnya maupun sebagian atas usaha yang dijalankan nasabah. Bank sepakat dengan nasabah untuk berbagi hasil atas keuntungan yang diperoleh nasabah berdasarkan nisbah yang disepakati bersama di awal akad.

Akad Sewa

Merupakan akad dimana Bank menyewakan barang, tempat, atau lainnya yang bisa disewakan. Bank dan nasabah sepakat menetapkan harga sewa selama kurun waktu tertentu yang disepakati bersama.

Bersambung……

Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad)

Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah-payahan dalam mencari nafkah. (HR. Ath-Thabrani)

Ayo, semangat bekerja…!! Jangan lupa mulai semua aktivitas kita dengan BISMILLAH..!! supaya Allah ridho dan melapangkan urusan kita.

Bismillah..

Alhamdulillah, salah satu yang menjadi impian saya sudah saya dapatkan sebelum umur 30th.

Mudah-mudahan Allah berkenan mewujudkan impian saya yang berikutnya.. MENJADI PENULIS..!!

Melalui Blog ini saya berharap bisa “belajar menulis”, berbagi cerita, berbagi pengalaman, tentunya juga menjalin persahabatan dan silaturahmi.